Kamis, 15 Juli 2010

Mengenal Industri Grafika dan yang berhubungan dengan Grafika

:: Apa itu Industri Grafika ?



BinhDuong-GalaxiGrafika, Bagi penulis saat sekolah di SMU dahulu (1992-1995) mungkin tidak begitu memahami istilah grafika bahkan mendengarpun tidak. Istilah paling populer waktu dahulu adalah yang berhubungan dengan mesin, bahan kimia, dan olahraga, termasuk juga acara di tv. Mana pernah mendengar istilah unik bin ajaib itu waktu semasa smu. Ternyata istilah grafika itu ada malah sudah berkembang menjadi Industri Grafika. Apa saja yang berhubungan dengan grafika, apa saja hasil dari industri grafika dan apa keahlian orang 2x di grafika tentu menjadi beberapa pertanyaan saat penulis memulai mempelajari grafik sejak thn 1995 hingga sekarang.





Sebelum membahas lebih jauh tentang Industri Grafika, ijinkan penulis memulai dengan membahas bagian yang berhubungan dengan industri ini. Membicarakan Grafika sebagai industri kita tidak akan bisa mengabaikan kertas, tinta, bahan kimia grafika, mesin cetak, komputer pre-press, komputer press, dan mesin penyelesaian produk grafika (buku, majalah, koran, dan lainnya). sedangkan untuk Produk Luar ruangan kita mengenal Kaleng minuman/makanan, tutup boto (crown) dan sebagainya. Semua instrumen ini bersatu di industri percetakan bersinergi untuk membuat sebuah produk grafika seperti yang kita kenal (buku, bilboard, dan lainnya). Keahlian grafika yang umum di aplikasikan di pabrik percetakan, sedangkan keahlian grafika yang lebih spesifik di aplikasikan di bahan grafika pendukung percetakan sprti produk kertas, tinta cetak, mesin cetak dan instrumen pendukung lainnya spt alat testing lab untuk kertas, tinta maupun test atau control percetakan.

:: Mesin Cetak::



Mari kita bedah satu persatau:


Kertas

Kertas merupakan media utama di percetakan dan merupakan bahan grafika yang terbuat dari :

- Bubur Pul/ serat selulosa dan bahan lainnya
- Sizing, TiO2, Clay, CaCo3, resin dan lainnya
- Air sebagai sarana pemurnian



Jenis kertas:

Kertas koran, HVS,HVO, Kertas tulis, Security paper
kertas untuk packaging, Duplex, AP, Ivory dan lainnya
Tissue, dan kardus



Tinta Cetak/Tinta untuk Percetakan:

- Tinta Offset
- Tinta Gravure
- Tinta Letterpress
- Tinta Flexo
- Tinta Sablon



Jenis Tinta:
- Oilbase, Solvent base, UV base, Water Base



Produk Tinta tambahan : Varnish (OPV, Coating, Primer)



Kaleng (ETP/Electronic Tin Plate):
- TPI, ALu, TFS


Media lain:
- LDPE, PP, PET, Film etc



Mesin Cetak:

- Mesin Cetak Offset (UV/OilBase System)
- Mesin Cetak Gravure (Solvent base system)
- Mesin Cetak Flexo (Solvent/UV base System)
- Mesin Letterpress
- Mesin Sablon (Flat/Rotary)



Mesin Cetak akan di bedakan ke dalam Sheet Fedd atau Web Feed baik ukuran besar maupun mini. Dan tentu saja di tambah mesin lipat dan mesin potong kertas.


Melangkah ke hulu akan masuk ke indsutri Kimia kertas maupun Kimia tinta, dan tentu saja akan sampai ke mesin manufacture dan knock down.



bersambung...

Kamis, 07 Agustus 2008

MESIN PENGHALUS PIGMENT

:: K-8 ::


Membicarakan mesin penghalus pigment sudah tentu pekerja grafika yg berkecimpung di Tinta cetak akan sangat mengenal mesin 3 roll mill (3 silinder penghalus). dengan cara menghaluskan pigment (sdh dalam bentuk paste) di giling lewat roll silinder-nya. Dalam Industri grafika tinta bentuk tinta terbagi 3 golongan besar, paste, liquid, dan semi paste/semi liquid. Untuk bentuk paste mesin 3 roll mill merupakan mesin yg cocok untuk melakukan penghalusan pigment.

Ilustrasi: Mesin K-8

Nah bagaimana dengan yg berbentuk liquid/semi liquid?

Saat ini sdh berkembang metode penghalusan dengan cara Beads mill, yaitu menggunakan sarana kelereng keras dengan ukuran diameter super mini (milimicron). Penggunaan beads mill ini bisa juga dikenal dengan istilah rotor high speed grinding. Karena dalam proses penghalusan berhubungan dengan kecepatan rotor yg melakukan putaran.

Mesin Buhler (german) mengeluarkan mesin bertype K-8. yang mampu melakukan grinding dengan efektif.

dibawah ini beberapa kunci yg terdapat di tombol adjustmen:

K-1 : mirip dengan enter/OK
K-2: Pompa Pressure
K-3: Rotor speed
K-4:
K-5: Temperatur Out product
K-6:
K-7:
K-8:
K-9:
K10:
K11:
K12:
K13: Temperatur Sirkulasi Pendingin mesin
K14:


Gbr.1



Gbr.2

Grinding Strategy:
High Pressure--> High Temp.
High Speed ---> High Temp.
Piston position ----> Efectifity
Beads Qty (%) ---> Efectifity

Rabu, 09 April 2008

PEWARNA DALAM TINTA CETAK

Pigment & Dye

Pengetahuan dasar tentang bahan baku pembuatan tinta cetak adalah bagian terpenting dalam memahami apa itu tinta cetak. Pemilihan, membuat dan cara penanganan adalah hal lain yang menyangkut banyak variable pendukung.
Ada tiga bagian yang harus dijadikan rujukan sebagai berikut :
- Bahan pewarna, sebagai pembawa warna tinta
- Pengikat (varnish), yang berfungsi untuk pendispersi pigment, sebagai pembawa pigment saat dicetak dimesin cetak, dan pengikat pigment setaleh dicetak di atas bahan cetak
- Property tinta itu sendiri seperti, Viscositas (kekentalan), tack (kelenketan), drying (pengeringan), stability (ketahanan tinta saat dicetak juga saat penyimpanan), rub resistance (ketahan gosok dan gesek lapisan tinta)

Bahan pewarna tinta yang dimaksud adalah Pigment dan Dye. Sudah banyak orang memahami bahan pewarna hanyalah pigment saja karena seringnya pigment di pakai di industri Grafika. Padahal selain pigment banyak pula digunakan Dye. Untuk tinta yang berwujud Paste umumnya adalah memakai pigment karena berbagai hal seperti Oil-mineral Base umumnya lebih bersifat paste (kental) dan untuk tinta encer (liquid) dipakai dua antara pigment dengan dye.

Pigment :
Dalam melakukan cetak warna alamai (natural) sudah lama digunakan penggunakan warna proses (4- color Process raster) terutama untuk publikasi dan informasi komersial. Dalam beberapa kasus pencetakana warna untuk Packaging (pembungkus) yang umumnya warna khusus juga sudah digunakan warna Proses ini. Atau di pakai hasil campuran tinta proses dengan dilakukan color matching. Pemilihan ini dilakukan berdasarkan tingkat kesulitan yang dari warna yang akan di cetak, adapula yang mimilih warna hasil campuran pigment sebagai bentuk pencegahan dilakukannya pencetakan dengan warna yangsama oleh pihak lain.

4 warna proses pigment akan berdasarkan type pigment seperti dibawah ini :
Yellow : Diarylide Yellow AAA
Cyan : Pthalocyanin
Magenta : Carmine
Black : Carbon Black



[sugeng endarsiwi]